Berhubung orang-orang lagi pada heboh Portugal juara Euro 2016, saya jadi mengingat-ingat lagi perjalanan saya ke Portugal September tahun lalu. Tapi jangan kecele, tulisan ini nggak ada kaitannya sama sekali dengan bola hahaha :p

Sejujurnya sih, meski menghabiskan empat hari di Portugal, saya sebenarnya nggak banyak jalan-jalan di negara kecil yang letaknya nyempil di pojokan barat daya benua Eropa itu, karena tiga hari penuh dihabiskan untuk konferensi dan presentasi paper di kota pantai Lagos yang memang merupakan tujuan utama saya ke Portugal. Tapi selain konferensi itu sendiri, ada lah beberapa hal yang juga layak dikenang hahaha, berikut di antaranya:

Portuguese traditional sweets

Portugal itu manis banget! Bukan, bukan orang-orangnya, tapi kue-kue tradisionalnya hahaha. Kata salah satu panitia konferensi yang menemani kami jalan -jalan di hari terakhir acara, setiap kota di Portugal punya jenis kue manisnya sendiri yang khas. Salah satu yang terkenal adalah Dom Rodrigos atau Angel’s Hair. Bentuknya memang seperti serabut-serabut rambut berwarna kuning keemasan sih, terbuat dari kuning telur yang dimasak dengan sirup gula dan almond. Di Lagos, Dom Rodrigos ini biasanya dibungkus lagi dengan adonan tepung super manis berwarna-warni yang dibentuk berbagai macam buah-buahan, bunga-bungaan, dll.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Pantai yang seperti Gunung Kidul

Kota Lagos tempat saya konferensi ini terkenal sebagai salah satu kota pantai yang jadi destinasi populer buat orang-orang Inggris yang nggak punya pantai bagus di negaranya. Kalau buat orang Indonesia yang punya berjuta pantai yang luar biasa keren sih… pantai di sini biasa aja hahahaha *sombong :p*. Ya bagus sih memang… mirip-mirip sama pantai di Gunung Kidul gitu, dengan karang-karang besar yang bikin pemandangan jadi eksotis.

Restoran Indonesia di Albufeira

Pagi-pagi sekali di hari berikutnya setelah konferensi selesai, saya langsung cabut dari Lagos menuju kota Albufeira, karena di situlah kabarnya ada masjid yang menyelenggarakan sholat Ied. Iya, konferensi saya memang berakhir persis H-1 Iedul Adha hahaha. Kota Albufeira ini berjarak sekitar 1.5 jam naik kereta dari Lagos, agak sedikit lebih besar, tapi bukan destinasi wisata populer seperti Lagos. Yang mengejutkan, di sini, out of nowhere, saya menemukan restoran Indonesia! Sayangnya di pagi hari saya tiba itu restorannya masih tutup. Dan sayangnya juga, foto plang restoran itu saya ambil pakai kamera hape dan belum sempat gambarnya dipindah, hape saya keburu hilang :(. Tapi sungguh ya, ternyata orang Indonesia memang ada di mana-mana~

 

Begitulah sekelumit cerita yang bisa saya ingat dari perjalanan ke Portugal musim semi tahun lalu. Kalau kamu, apa yang paling kamu ingat dari Portugal?

 

#Hari_ke_23 #30HariNgeblog

 

Advertisements