Suatu hari seorang teman di sini -yang tahu kalau saya seringkali bikin oseng mercon, somay, bakso, pempek, tahu isi, klepon, martabak, dll- bertanya, “Bil, kamu suka masak sejak kapan?

Tawa saya pecah mendengar pertanyaan itu, dan saya masih mesem-mesem geje ketika akhirnya menjawab, “Sejak di Inggris. Waktu di Indonesia mah mana pernah aku masak hahahahahaha….”

Iya, saya sebenarnya bukan orang yang hobi-hobi amat masak. Belasan tahun tumbuh besar di rumah, bisa dihitung jari berapa kali saya berkutat di dapur. Terlebih keluarga saya bukan keluarga yang memegang erat pakem lama bahwa ‘jadi anak perempuan harus bisa masak’. Lima tahun di Jogja apalagi, selain waktu masak buat warung, mana pernah saya masak, lha makanan-makanan enak harganya murah dan bisa dibeli di mana-mana dengan gampang kok hahaha.

Jadi apa yang akhirnya membuat saya di Inggris malah jadi suka masak?

Simpel sih: saya suka makan enak dan gampang pengenan klo dipamerin foto makanan enak, dan makanan-makanan enak menurut standar saya itu susah dicari di sini. Ya itu, macem oseng mercon, somay, bakso, pempek, tahu isi, klepon, martabak, dll hahahaha. Padahal, makan enak adalah salah satu hal yang bisa mencerahkan hari saya kalau lagi bad mood. Jadi, nggak ada jalan lain, saya harus coba bikin sendiri, kan?

Sebagai generasi pecandu internet dan gejet, saya mendapat banyak bantuan dari google dan aplikasi Cookpad untuk mencari resep dasar, lalu trial dan error menyesuaikan dengan ketersediaan bahan di sini sampai ketemu adonan yang paling pas menurut selera saya. Dari situ saya menemukan bahwa ternyata memasak seru juga😀

Lalu, apakah saya akan tetap hobi memasak sekembalinya ke Indonesia nanti, ketika makanan-makanan enak sudah kembali mudah dicari? Wallahu a’lam bisshowab :v

 

Foto: pempek dan model bikinan saya hari ini, mendadak kepengen bikin gara-gara dipamerin pempek sama ibu-bapak saya yang lagi mudik ke Palembang :v

 

#Hari_ke_19 #30HariNgeblog

Advertisements