Dari sekian banyak kabar menguras emosi hari ini, yang paling membuat pedih adalah petikan video rekaman razia sejumlah warung makan di Serang yang screenshotnya saya tampilkan di atas.

Lihat sorot mata sedih ibu penjual makanan yang dagangannya dirampas paksa itu: tanpa kata pun ia bicara banyak, tentang ketakberdayaan melawan arogansi dan kesewenangan.

Orang-orang yang membuat aturan dan melakukan razia itu bilang, ini bagian amar ma’ruf nahi munkar. Oh ya? Coba tolong ceramahkan pada saya yang kurang banyak mengkaji kitab ini, bagian mana dari ajaran Islam yang menyebut bahwa berjualan makanan di bulan puasa adalah maksiat? Apa ibu penjual makanan itu mencekoki nasi pada orang-orang yang lewat?

Jadi yang mana yang munkar sebenarnya: mencari nafkah bagi diri dan keluarga dengan cara yang halal dan menghindarkan diri dari meminta-minta, atau menghancurkan jalan rezeki orang?

Bukankah salah satu hikmah puasa adalah agar kita bisa berempati pada mereka yang berkekurangan? Alih-alih berempati, kenapa puasa kita malah jadi mempersulit mereka?

Alih-alih menjadikan kita lembut hati, kenapa puasa kita malah jadi mendzalimi orang lain begini?

Kasihan bulan suci ini, kasihnya pada orang-orang kecil seolah tak berbekas di tangan gerombolan arogan yang mengaku-aku sedang menjaga kesucian bulan ini.

 

Semoga puasa kita bernilai lebih dari sekadar tidak makan dan tidak minum belaka….

 

#Hari_ke_10 #30HariNgeblog

Advertisements