Hari ini saya ditolak, hiks.

Ceritanya, buat proyek yang lagi saya kerjakan di tempat magang, saya mesti menghubungi banyak orang untuk meminta kesediaan mereka diwawancara. Pertanyaan wawancaranya simpel, nggak ada jawaban benar atau salah, lebih ke arah minta cerita tentang pengalaman mereka pribadi dan apa yang mereka pikirkan tentang heritage di sekitar mereka. Biasanya, orang-orang yang saya hubungi akan dengan mudah dan senang hati mengiyakan.

Tapi tadi siang, salah seorang petani menjawab telepon saya dengan berkata (saya terjemahkan secara bebas dari bahasa Inggris), “Hmmm… saya jadi opsi terakhir aja deh kalau kamu bener-bener nggak dapet orang lain lagi. Soalnya saya nggak lahir di sini jadi nggak tahu banyak tentang daerah ini, kamu coba hubungi orang yang lebih lokal aja dulu.”

Setelah saya menutup telepon, orang-orang seruangan saya bertanya apa yang dijawab si petani tadi. Saya meniru apa yang petani itu katakan tadi dan mengakhirinya dengan berucap pede, “Berarti setidaknya aman lah ya, kalaupun nanti nggak dapet orang lain lagi, aku tinggal kontak si petani ini lagi.”

Mendengarnya, orang-orang seruangan saya malah ketawa-ketawa. “Hahaha, kalau dia jawab kayak gitu sih, itu artinya kamu ditolak secara halus, bukan berarti kamu bisa kontak dia lagi nanti hahahahaa….”

Tiba-tiba saya teringat seorang teman pernah berkata, “Kamu itu kok hidupnya kayaknya mulus-mulus aja sih, apa-apa lancar, kayak nggak pernah menghadapi penolakan.” Sekarang saya jadi terpikir, jangan-jangan, saya ini bukannya nggak pernah mengalami penolakan, tapi lebih karena nggak peka kalau saya itu sebenarnya ditolak?

Sungguh golongan darah B memang, wkwkwkwkw… :v

#30HariNgeblog #Hari_ke_9

Sumber gambar: http://ladygirlsblog.blogspot.co.uk/2010/11/blood-type-comic-type-b-overview.html

Advertisements