Persis saat perut sedang di puncak krucuk-krucuknya hingga otak tak lagi bisa berkonsentrasi maksimal, kalimat Cak Nun lewat sang baginda di atas menampar saya tepat di pipi kanan, mengembalikan kesadaran

Masihkah pantas merasa gelisah, saat kita masih bisa menghitung berapa jam lagi yang harus dilewati sebelum tiba waktu berbuka, sedang ada orang-orang yang bahkan tak tahu apakah nanti akan ada makanan untuk berbuka.

Masihkah patut mengeluh tak bisa fokus bekerja karena jam puasa yang terlampau panjang, sedang ada orang-orang yang memang sehari-harinya bekerja dalam kondisi berpuasa karena memang tak ada yang bisa dimakan.

Apalah artinya ‘berbangga’ menjalani puasa 19 jam, kalau masih tak jua bisa berempati dan terpikir pada mereka yang berpuasa tanpa kepastian akan berbuka?

Ramadan, seharusnya bukan hanya momen untuk berfokus pada amal-amal pribadi demi menimbun pahala bagi diri sendiri sebanyak-banyaknya, tapi juga bagaimana mengasah kepekaan sosial dan mencari cara untuk memberi kemanfaatan pada sesama seluas-luasnya.

Sumber gambar: https://caknun.com/2016/puasa-baginda/

#Hari_ke_7 #30HariNgeblog

Advertisements